PAP SMEAR dan IVA TEST; Kunci Mencegah Kanker Serviks Sejak Dini!

PAP SMEAR dan IVA TEST; Kunci Mencegah Kanker Serviks Sejak Dini!
PAP SMEAR dan IVA TEST; Kunci Mencegah Kanker Serviks Sejak Dini!

Labuan Bajo, 23 Juni 2025

Artikel Kesehatan –ditulis oleh dr.Lund Mila E.B Teme (Puskesmas Labuan Bajo)

YUK, LAKUKAN PAP SMEAR dan IVA TEST; Kunci Mencegah Kanker Serviks Sejak Dini !

 

Mengenal Apa itu Kanker Serviks?

Mendengar kata kanker serviks tentunya membuat rasa takut, khususnya bagi kaum wanita. Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada leher rahim,yaitu bagian bawah yang menghubungkan rahim dengan vagina pada perempuan.

Berdasarkan data WHO tahun 2022, kanker serviks merupakan kanker keempat yang umum terjadi pada wanita di seluruh dunia. Namun di Indonesia,kanker serviks menempati peringkat kedua yang paling banyak ditemukan dan menyebabkan kematian pada wanita setelah kanker payudara.

Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia 2021 yang dikutip dalam Standar Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, terdapat 36.633 kasus baru kanker serviks (17,2 % dari total kankerwanita) dan 21.003 kematian setiap tahunnya (19,1 % dari total kematiankankerwanita). Dan berdasarkan data SKI 2023 menyatakan bahwa cakupan skrining atau deteksi dini kanker serviks seperti IVA dan Pap smear masih sangat rendah yaitu sekitar 7,02 % dari target pencapaian yang seharusnya 70 % untuk wanita usia 30-69 tahun. Dan 92,2 % perempuan usia ≥15 tahun yang sudah menikah,belum pernah melakukan skrining dengan IVA test atau Papsmear. Hanya 3,7 %yang melakukan skrining setahun sekali dan 4,1 % pernah melakukan tapi tidak rutin.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Serviks

Kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus HPV (Human Papiloma Virus) terutama HPV tipe 16 dan 18. Virus HPV ini dapat ditularkan melalui kontak hubungan seksual. Kanker serviks mampu berkembang perlahan dan sering kali tidak menimbulkan gejala di tahap awal. Faktor resiko terjadinya kanker serviks adalah semua perempuan yang aktif melakukan hubungan seksual, berganti-ganti pasangan seksual terutama dengan pasangan yang terinfeksi virus HPV, merokok, penderita HIV/AIDS atau penyakit menular seksual lainnya,penggunaan kontrasepsi oral (PIL KB) jangka panjang, kehamilan pertama di usia< 20 tahun, dan yang melahirkan banyak anak (> 3 anak).

 

Mengapa PAP SMEAR dan IVA Penting?

Pencegahan yang perlu dilakukan untuk mencegah kanker serviks yaitu dengan mendapatkan vaksin HPV dan melakukan pemeriksaan Pap Smear ataupun IVA secara rutin. Pap Smear dan IVA adalah dua jenis pemeriksaan penting dan sederhana yang bisa dilakukan untuk mendeteksi dini kanker serviks dengan cara melihat ada tidaknya perubahan sel yang terjadi pada serviks. Pemeriksaan ini tentu bisa mendeteksi sel yang tidak normal atau lesipra-kanker (lesi sebelum berkembang menjadi kanker). Sehingga, dengan adanya deteksi dini dengan IVA ataupun Pap Smear maka penanganan yang dilakukan juga akan lebih dini jika ditemukan kasus dan peluang sembuh pun sangat besar. Oleh karena itu,PapSmear dan IVA wajib dilakukan pada semua wanita yang aktif melakukan hubungan seksual, baik yang ada keluhan ataupun tidak ada keluhan.

 

Kapan Menjalani Pemeriksaan IVA dan PapSmear?

Untuk menjalani pemeriksaan IVA maupun Pap Smear, tentu memiliki beberapa syarat umum, yaitu :

  • Semua Wanita yang sudah aktif berhubungan seksual
  • Target usia skrining yaitu usia 30 – 50 tahun pada umumnya, namun untuk pemeriksaan PapSmear bisa dimulai dari usia 21 tahun atau 3 tahun setelah kontak seksual pertama.
  • Tidak sedang menstruasi
  • Tidak sedang menggunakan obat-obatan intra-vagina selama 2 hari terakhir
  • Tidak melakukan hubungan seks minimal 24 jam sebelum pemeriksaan

Skrining dapat dilakukan menggunakan IVA atau Pap Smear setiap 3 – 5 tahun sekali tergantung metode, fasilitas pemeriksaan, dan hasil pemeriksaan pertama.Sehingga untuk skrining ulang di tahun berikutnya perlu konsultasikan kebidan dan dokter terkait kapan waktu yang tepat untuk dilakukan pemeriksaan kembali.

 

Kapan Memilih IVA ataupun Pap Smear ?

Pemeriksaan deteksi dini kanker serviks bisa dilakukan dengan menggunakan 2 metode, yaitu IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) dan Papsmear. Kedua pemeriksaan ini bagus dan mempunyai kelebihan masing-masing. Pemerintah Indonesia menganjurkan Penggunaan IVA secara meluas di layanan primer (Puskesmas) secara gratis dan Papsmear di fasilitas dengan layanan laboratorium Patologi Anatomi.

  • IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) dengan mengolesi asam asetat 3-5 % pada area serviks, kemudian hasilnya dapat dilihat secara langsung. Hasil positif ditandai dengan munculnya bercakputih pada serviks dalam waktu 1 menit setelah pemberian asam asetat. Pemeriksaan IVA sangat praktis, cepat, murah, dan hasilnya segera terlihat saat itu juga. Pemeriksaan IVA bisa didapatkan secara gratis disemua Puskesmas yang ada di Indonesia dan tidak memerlukan fasilitas laboratorium.Dengan kata lain, pemeriksaan IVA ini sangatlah terjangkau bagi semua lapisan masyarakat, terutama pada daerah yang fasilitas terbatas.
  • PapSmear merupakan pemeriksaan dengan cara mengambil sampel sel dari  serviks dan memerlukan fasilitas laboratorium Patologi Anatomi dikarenakan untuk melihat hasilnya harus menggunakkan miskroskop oleh dokter spesialis PatologiAnatomi. Untuk mengetahui hasilnya tentu memerlukan waktu yang lama dan biaya yang mahal.Namun hasilnya lebih akurat dan mendalam karena bisa mendeteksi perubahan selpada serviks lebih detail sehingga sangat cocok untuk deteksi lanjut dan konfirmasi lanjut hasil tes IVA positif.

Baik IVA maupun PapSmear sangatlah bagus untuk deteksi awal kanker serviks.Kombinasi keduanya dapat meningkatkan efektivitas skrining dan mampu mencegah keterlambatan diagnosis.Kombinasi ini direkomendasikan WHO dan Kemenkes RI dalam program deteksi dini kanker serviks. Jadi tidak perlu bingung harus memilih IVA atau PapSmear untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini. Lakukan konsultasi terlebih dahulu kepada tenaga kesehatan seperti Bidan atau Dokter sebelum melakukan pemeriksaan.

Bagi Semua Wanita Yang Beresiko, Beranilah Untuk Periksakan Diri Anda Sebelum Terlambat!

Mari Kita Cegah Kanker Serviks Sejak Dini !

Artikel Kesehatan – ditulis oleh dr.Lund Mila E.B Teme (Puskesmas Labuan Bajo)

 

Daftar Pustaka

  1. telzle, D., Tanaka, L. F., Lee, K. K., Ibrahim Khalil, A., Baussano, I., Shah, A. S. V., McAllister, D. A., Gottlieb, S. L., Klug, S. J., Winkler, A. S., Bray, F., Baggaley, R., Clifford, G. M., Broutet, N., & Dalal, S. (2021). Estimates of the global burden of cervical cancer associated with HIV. The Lancet Global Health, 9(2), e161–e169. https://doi.org/10.1016/S2214-109X(20)30459-9
  2. WHO. (2024, November 15). WHO, UNFPA commend Indonesia’s efforts to eliminate cervical cancer, urge streamlined vaccine strategy and enhanced screening. https://www.who.int/indonesia/news/detail/15-11-2024-who--unfpa-commend-indonesia-s-efforts-to-eliminate-cervical-cancer--urge-streamlined-vaccine-strategy-and-enhanced-screening
  3. Indonesia, K.K.R. (2018). Survei Kesehatan Indonesia 2023. Survei Kesehatan Indonesia 2024, 528-529.
  4. ohen, P. A., Jhingran, A., Oaknin, A., & Denny, L. (2019). Cervical cancer. The Lancet, 393(10167), 169–182. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(18)32470-X
  5. The American Collage of Obstetricians and Gynecologists. (n.d.). Cervical Cancer Screening | ACOG. Retrieved June 27, 2025, from https://www.acog.org/womens-health/infographics/cervical-cancer-screening?